Mengapa Bloger Tidak Update Blognya?

Tiap pemilik blog memiliki standar tersendiri. Dengan standar yang diterapkan, tanpa sadar itu membebani mereka sendiri. Mau gimana lagi ketika akhirnya sudah menjadi basi karena kelamaan ditinggal. Apakah kamu sependapat dengan kami?

Setelah awal bulan menyapa dua bloger kondang dari Banjarnegara, kami sadar betapa besarnya tanggung jawab saat pemilik blog memiliki kualitas dalam merawat blognya.

Bagaimana cara mereka menulis yang tidak sekedar menulis. Kapasitas artikel yang harus sesuai mood mereka dan desain yang sesuai karakter si penulis.

Ketika standar itu diterapkan, pemilik blog juga masih dihadapkan dengan kapan waktu yang baik untuk dipublikasikan. Apalagi harus terbagi dengan kegiatan lain yang menguras tenaga dan perasaan.

Berbeda dengan di media sosial yang tak butuh standar untuk diterapkan. Hanya mengungkapkan perasaan atau menikmati gemuruh linimasa, lalu ikut dalam arus tanpa sadar sudah jadi tulisan panjang.

Hanya sebagai alat pemasaran

Kami beberapa kali menjumpai blog yang isinya hanya berisi tulisan tentang brand atau minat terhadap merek tertentu. Pemiliknya sangat tangguh dalam mendesain isinya, sehingga wajar saat mengikuti lomba, mereka sukses memenangkannya.

Sudut pandang yang mereka bawa sebenarnya tak begitu banyak, namun entah bagaimana mereka berhasil membuat tulisan yang super panjang. Ya, itu data-data yang mereka kumpulkan dan tentunya menyita banyak waktu.

Karena orientasi blognya sekedar sebagai bagian dirinya yang lain, pemilik blog tak butuh konsisten dalam menerbitkan halaman. Suka-suka mereka.

Saat ada dorongan seperti lomba atau kerja sama, pemilik blog akan semangat membuka halaman dashboard-nya. Sebaliknya, tidak ada feedback yang jelas membuat pemiliki blog mengalihkan dunianya sesaat dan lama-lama blognya terbelengkalai.

...

Banyak sekali tentunya alasan bloger tidak update blognya? Salah satunya standar yang disematkan si pemilik blog demi sebuah nilai dengan kualitas tinggi. Tanpa sadar itu menjebak mereka sendiri.

Bagaimana dengan standarmu? *eh, kok standar sepeda πŸ˜…

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

✍️ Blogging Mati di Tahun 2026? Saatnya Menulis dengan Hati, Bukan Sekadar Kata Kunci

Berkenalan Dengan Retizen, Platform Blog Dari Republika

πŸ† Blogger of the Year 2025: Sebuah Refleksi di Penghujung Tahun

Fitur Baru Blogger 2025: Link Google Penelusuran (Beta) – Keren, Tapi Masih “Liar”!

🎑 Kompasianival 2025: Rayakan 15 Tahun Perjalanan dan Semangat Baru Blogger Indonesia

πŸ•Š️ Menjaga Ingatan: Mengenal Sosok Zain Kagawa, dari Blog hingga Lensa Video