π️ Menjaga Ingatan: Mengenal Sosok Zain Kagawa, dari Blog hingga Lensa Video
Dunia blogging dan konten kreator Jawa Tengah kembali diselimuti awan duka. Sosok yang kami kenal baik, seorang pemberi inspirasi dari kota tetangga, Kendal, telah berpulang. Bagi sebagian dari kita yang sudah lama berkecimpung di komunitas, nama Zain mungkin sudah sangat melekat dengan blog setianya, Siklimis.com.
Rasanya baru kemarin kami menutup kalender tahun lalu dengan tumpukan harapan. Namun, tepat setahun yang lalu di bulan yang sama, kami juga menuliskan catatan duka tentang kehilangan seorang rekan blogger. Tak disangka, Januari tahun ini kembali membawa kabar serupa—sebuah kabar yang memaksa kami sejenak berhenti dari rutinitas di depan layar. Sahabat kami, Zain Kagawa, telah mendahului kita semua. Ada rasa dejavu yang menyesakkan, namun terselip keikhlasan untuk melepas seorang pencerita yang jejaknya telah mewarnai jagat digital kita.
Evolusi Sang Pencerita
Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat Zain melakukan lompatan yang cukup berani. Ia tak lagi sekadar bermain dengan deretan paragraf, melainkan mulai bercerita lewat lensa video. Meski mediumnya berubah menjadi konten kreator visual, 'ruh' seorang blogger tetap terasa dalam setiap karyanya. Ada riset yang dalam, narasi yang terjaga, dan kecintaan pada budaya yang tetap kental.
Kami teringat masa-masa dulu saat sering berkegiatan bersama. Hampir setiap tahun, dalam agenda buka puasa bersama, beliau hampir dipastikan hadir menghangatkan suasana. Keterlibatannya dalam kampanye promosi pariwisata Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, hingga Kota Semarang menjadi bukti dedikasinya. Dengan personal branding rambut klimis yang ikonik, Zain selalu menjadi teman diskusi yang menarik untuk dimintai pendapat.
Lompatan Karier dan Pilihan Hidup
Kami sempat takjub dengan langkahnya saat berhasil menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, meski hanya sesaat. Bagi kami, itu adalah lompatan karier yang luar biasa. Ibarat aktivitas blogging dan konten kreator yang ia tekuni, ia tiba-tiba saja dipercaya di tempat yang diimpikan banyak orang.
Namun, pada akhirnya kebebasan tetap menjadi pilihannya. Ia memilih kembali sepenuhnya ke dunia perkontenan. Ada harapan besar dan alasan mendalam di balik keputusan tersebut, terutama yang menyangkut prioritas bagi keluarga tercinta.
Sosok yang Adaptif
Di ekosistem blogger sendiri, Zain Kagawa adalah sosok yang sangat adaptif. Inilah kelebihan yang kami kagumi; ia tidak terpaku pada satu format saja. Beliau tidak takut meninggalkan zona nyaman di balik layar blog demi mengejar cara bercerita yang lebih dinamis. Meski begitu, identitas sebagai "Blogger yang suka jalan-jalan" seperti yang tertulis di profilnya, tak pernah benar-benar luntur hingga akhir hayatnya.
Selamat jalan, Zain. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan panjang literasi digital di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Biarlah arsip di blog dan deretan video-videomu menjadi pengingat bahwa sebuah dedikasi itu abadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan.
Artikel terkait :

Komentar
Posting Komentar