Langsung ke konten utama

Agensi Bloger? Sebuah Peluang yang Menantang


Mendengar istilah agensi, kami harap kamu sudah mengerti. Bila belum, mungkin bisa kami gambarkan sebagai penghubung atau jembatan. Mereka berupaya membuat program yang menarik dengan tujuan sebuah kampanye pemasaran. 

Akhirnya kami bisa kembali lagi dengan tidak terlalu lama setelah rilis postingan terakhir kami 'blog itu bukan sekedar berisi tulisan'.

Bicara agensi, tentu sangat banyak ragamnya. Selain agensi periklanan, terbaru adalah agensi perjalanan yang kami dengar dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. 

Namun kami tidak bicara ruang lingkup agensi seperti yang kami sebut di atas. Kami bicara tentang aktivitas kita sebagai bloger. Kami sedikit prihatin dengan tidak terdengarnya suara komunitas beberapa waktu belakangan.

Mereka (komunitas) ada, hanya saja tidak seheboh beberapa tahun belakangan. Para bloger-nya pun ada, namun mereka lebih aktif sebagai personal blog yang hadir disebuah acara.

Hadirnya acara yang mereka ikuti memang tanpa sadar membuat kopdar yang diinginkan di jaman dulu sekarang terasa hambar. Mereka sudah semakin sering bertemu. Lalu, bagaimana dengan yang tidak?

Agensi bloger

Bila tulisan ini tidak lengkap, nanti kami akan lanjutkan. Setidaknya tentang agensi bloger bisa kami beritahu dahulu. Karena menurut kami, agensi yang hanya mengurusin bloger tidak banyak. 

Namun agensi yang berhubungan dengan bloger sebagai bagian pemasaran, itu baru bisa dikatakan banyak. Dan tidak semua bloger dapat dimasukkan dalam daftar mereka yang tentu memiliki syarat tertentu.

Kami ingin membawa contoh rekan-rekan kami yang bergerak dalam bidang yang kami sebut agensi bloger, meski mereka mengklaim bukan semacam agensi yang tujuannya tentu adalah uang.

Bahasa mereka yang berbicara semacam partnership memang terlihat lebih menarik. Tapi, secara garis besar arah mereka tetap bisa kami katakan agensi bloger.

Ya, agensi bloger menurut kami adalah penghubung antara klien dengan bloger lokal. Klien di sini bisa pihak hotel, restoran, brand, pemerintah kota hingga pusat dan sebagainya.

Bila yang sering datang ke acara dengan isi tamunya adalah kebanyakan bloger, maka seperti itulah gambarannya yang ingin kami sampaikan.

Aktivitas para bloger yang dihadirkan nanti tentu tujuannya adalah menulis ulasan dari acara yang mereka ikuti. Sedangkan aktivitas selama acara berlangsung adalah mengkampanyekan promosi acara di media sosial. Paling mudah adalah masuk trending topik di Twitter.

Di Semarang, rekan kami yang bergerak seperti agensi ini kebanyakan bloger yang berusaha melihat sudut pandang bloger untuk mengirimkan proposal dalam hal kerjasamanya.

Bila memang tidak ada bayaran di sana, agensi ini berusaha jujur dari awal dan sebaliknya. Karena menurut kami, mendapatkan klien di kota sendiri tidaklah mudah meski yang di dapat kelas kakap.

Kalau memang klien nasional yang memang sedang melakukan roadshow, tidak perlu ditanya lagi. Kami pikir kalian juga sudah mengerti. 

Tujuan yang penting

Hadirnya agensi bloger atau apapun itu yang terpenting bagi kami adalah seperti apa tujuannya. Teman agensi kami di Semarang, punya tujuan untuk mengenalkan bloger Semarang agar lebih dilihat lagi.

Meski Semarang termasuk 5 kota besar di Indonesia, keberadaan bloger di kota kami masih dipertanyakan. Saat ini komunitas yang aktif di kota Lunpia, julukan Semarang, adalah Gandjel Rel yang diisi kebanyakan anggotanya adalah bloger perempuan.

Ya, tujuan sangat penting menurut kami bila ingin mencoba melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan di Semarang. Terutama untuk para bloger lokal.

Syarat agensi bloger

Ini adalah peluang bagus di era digital saat ini. Kamu yang prihatin dengan keberadaan bloger di kotamu bisa menangkap ini sebagai peluang, meski menantang.

Apapun yang dikatakan memang terdengar mudah dan tentu sulit dilakukan. Namun kami membawa contoh nyata bagaimana agensi bloger yang kamu pikir sulit dilakukan, nyatanya bisa dikerjakan oleh teman-teman kami.

Mereka beranggotakan tidak banyak orang, kurang dari 5 orang. Tiap orang memiliki peran masing-masing. Seperti bertemu klien, membuat proposal, dan membuat acara. 

Sebelum mengarah ke sana dan menerawang ke depan, kamu harus tahu syarat bila ingin membuat agensi bloger. Bila kamu ingin membentuk sekarang, ketahui dulu kemampuanmu tentang dunia blog di sekitarmu.

Apakah kamu kenal dengan banyak bloger? Apakah kamu bisa membawa minimal 10 bloger dalam sebuah acara? Apakah kamu dekat dengan komunitas bloger di sana? Dan syarat terakhir, kalau sudah berjalan, kami pikir untuk menjadi sesuatu yang berbadan hukum itu sangat penting.

Tinggalkan tentang berbadan hukum sejenak, karena kamu harus memulai hal pertama sebagai agensi atau penghubung. Pikirkan tujuan agensi apakah murni bisnis atau bertujuan baik untuk dunia blogging di kotamu.

Bila tujuanmu sama seperti teman kami di Semarang, yaitu berusaha memaksimalkan potensi bloger lokal, maka carilah sebanyak-banyak info bloger disekitarmu yang mau diajak dalam programmu.

Setelah dapat dan yakin kamu dapat membawa lebih dari 5 bloger dalam sebuah program acara, buatlah proposal. Ya, jemput bola karena kalian belum dikenal.

Sebagai contoh, kamu tertarik untuk mengulas sebuah hotel atau melihat ada acara yang kurang terlihat di media sosial. Ajukan diri untuk membawa proposal agar promosi mereka dapat lebih menarik dilihat.

Siapa bloger, bagaimana trending topik di Twitter dan keseruan suasananya di Instagram. Karena bloger merupakan mahkluk komplit sebagai pengguna, tidak sekedar menulis, maka bila kamu mengenal vloger atau Youtuber, mereka juga dapat kamu bawa.

Intinya, kamu harus bisa membawa banyak bloger ke dalam program yang ingin dibuat sebagai bagian kampanye promosi klienmu.

...

Seperti di awal kami sebutkan bahwa artikel ini nanti akan kami lanjutkan semisal kamu tertarik atau mood kami sedang baik.

Membangun jaringan di kota sendiri dan menjadi penghubung, kami pikir ini bagus. Selain kotamu dapat terlihat dari sisi bloger, kami membayangkan acara-acara nasional yang berjalan dibeberapa kota, bisa kamu dapatkan.

Sebelum bicara di tingkat nasional, sebaiknya optimalkan disekitar. Komunitas sebenarnya sudah menjembatani, hanya saja kami melihat peluang lain yang tidak sekedar berkomunitas.

Saat ini kita tidak sedang bicara bagaimana mempererat bloger dengan bloger lain dalam satu kota, tapi membantu menjembati bloger dengan klien di kota sendiri. Apakah itu peluang bisnis ke depan? Kami yakin itu bisa dipikirkan karena eranya sekarang memang sudah mengarah ke sana.

Jangan biarkan peluang itu lewat begitu saja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Skor dan Poin

Buat yang baru bergabung dengan kompetisi Liga Blogger Indonesia, ada info tentang skor dan poin. Skor semacam gol yang ada dipertandingan sepakbola, sedangkan poin adalah

Istilah WO dalam Liga Blogger Indonesia

Dalam dunia sepakbola ada yang dinamakan WO atau Walk Out. Biasanya tim yang dianggap WO karena mogok main atau tidak hadir disebuah pertandingan. Bagaimana dengan kompetisi Liga Blogger Indonesia?

Perkembangan Beauty Blogger/ Vlogger yang Begitu Pesat di Ranah Industri Kecantikan

Tren ini tak dapat dipungkiri begitu menggiurkan dan membuat dunia perbloggeran tanah air semakin ramai. Meski bukan sesuatu yang baru di luar sana, tren ini juga ikut berkembang dalam dunia vlogger. Apakah kamu salah satunya?
Tiga bulan lamanya kami tidak berbicara kepadamu dari halaman ini. Kami harus tetap mengusahakan meski juga bingung harus dimulai dari mana.
Beauty Blogger/ Vlogger Berkembang Pesat di Ranah Industri Kecantikan
Di atas ini merupakan judul asli yang menginspirasi tulisan kami hari ini. Konten yang ditulis di halaman ekonomi.kompas.com (21/8) ini, sedang menyorot perkembangan industri kecantikan dari sisi kreativitas seorang bloger/vlogger.
Menurut Associate VP Head of Hi-Tech, Property, Consumer Industry Markplusinc Yosanova Savitry, peran beuaty blooger/ vlogger dalam mengulas produk di dunia maya kerap jadi referensi utama untuk perempuan dalam menemukan produk kecantikan andalannya.
Data dari ZAP Beauty Index 2018 pun mengungkapkan, perempuan Indonesia dalam m…