Langsung ke konten utama

4 Kategori Blogger Ini, Anda salah Satunya?


Happy weekend, blogger!

Sebentar lagi, kita merayakan hari jadi negeri tercinta yang memasuki usia ke-71 tahun. Bagaimana persiapan teman-teman sendiri di tempat tinggal kalian? Sudah pasang bendera atau sudah didatangi panitia lomba 17an dari RT/RW?


Sambil nunggu tanggal 17 Agustus dan persiapan lainnya, LBI update dulu pekan ini. Postingannya menarik untuk diketahui karena artikel ini bisa dijadikan referensi buat blogger-blogger untuk mendulang uang dari Internet.

LBI harus bilang terlebih dahulu kalau artikel ini bukan original milik LBI sendiri, tapi dari blog yang beralamat doel.web.id. Artikelnya membahas tentang peluang dan tantangan blogger pasca banner ad.

Dalam postingan tersebut, LBI hanya mengambil bagian kecilnya saja yang cukup menarik yaitu pembagian jenis blogger dalam 4 kategori. Di sana dijelaskan tentang kategori-kategori yang mungkin adalah kategori Anda sendiri. Simak berikut ini.

Kalau boleh dibagi, saya ingin membagi blogger ke dalam empat bagian. 

Blogger pertama mendedikasikan dirinya hanya untuk memproduksi konten dan dipublikasikan secara online, mau dibaca oleh orang lain atau tidak, mau dapat duit atau tidak, blogger jenis ini benar-benar tidak peduli sama sekali. 

Blogger jenis kedua adalah blogger yang melakukan monetisasi pada blognya dengan bekerja sama lewat penyedia layanan iklan, seperti Google Adsense, Infolinks, IdBlognetwork, dan lainnya. Pendapatannya berasal dari model-model iklan CPC dan CPA yang terwujud dalam banner ad. 

Blogger jenis ketiga pun melakukan monetisasi di dalam blognya, tapi sumbernya berbeda. Blogger jenis ini lebih menitikberatkan pada jaringannya sendiri, alih-alih diserahkan kepada semacam Adsense. Jadi wajar kalau blogger macam ini begitu rutin melakukan kopi darat, liputan, dan lain-lain. Sumber pemasukannya berasal dari content replacement, review product, sponsored content, bahkan jadi buzzer di social media. 

Sementara untuk blogger keempat merupakan gabungan antara blogger jenis kedua dengan jenis ketiga.

...

Ayo, apa ada nyantol salah satunya. Atau tidak sama sekali. Ya, setidaknya kita tahu ada yang seperti ini di dunia blogging tanah air. 

Postingan ini masih panjang membahas soal peluang dan tantangan blogger pasca banner ad. Silahkan kalau ada yang mau lanjut membacanya dengan langsung klik link di sini

Selamat akhir pekan, tetap semangat ngeblog!

Komentar

  1. Wah, terima kasih sudah merujuk artikel saya.
    Salam untuk member LBI semuanya.

    BalasHapus
  2. no 2 deh, sayang hasilnya blm maksimal.. cek bro ke
    https://beken.id ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Skor dan Poin

Buat yang baru bergabung dengan kompetisi Liga Blogger Indonesia, ada info tentang skor dan poin. Skor semacam gol yang ada dipertandingan sepakbola, sedangkan poin adalah

Istilah WO dalam Liga Blogger Indonesia

Dalam dunia sepakbola ada yang dinamakan WO atau Walk Out. Biasanya tim yang dianggap WO karena mogok main atau tidak hadir disebuah pertandingan. Bagaimana dengan kompetisi Liga Blogger Indonesia?

Perkembangan Beauty Blogger/ Vlogger yang Begitu Pesat di Ranah Industri Kecantikan

Tren ini tak dapat dipungkiri begitu menggiurkan dan membuat dunia perbloggeran tanah air semakin ramai. Meski bukan sesuatu yang baru di luar sana, tren ini juga ikut berkembang dalam dunia vlogger. Apakah kamu salah satunya?
Tiga bulan lamanya kami tidak berbicara kepadamu dari halaman ini. Kami harus tetap mengusahakan meski juga bingung harus dimulai dari mana.
Beauty Blogger/ Vlogger Berkembang Pesat di Ranah Industri Kecantikan
Di atas ini merupakan judul asli yang menginspirasi tulisan kami hari ini. Konten yang ditulis di halaman ekonomi.kompas.com (21/8) ini, sedang menyorot perkembangan industri kecantikan dari sisi kreativitas seorang bloger/vlogger.
Menurut Associate VP Head of Hi-Tech, Property, Consumer Industry Markplusinc Yosanova Savitry, peran beuaty blooger/ vlogger dalam mengulas produk di dunia maya kerap jadi referensi utama untuk perempuan dalam menemukan produk kecantikan andalannya.
Data dari ZAP Beauty Index 2018 pun mengungkapkan, perempuan Indonesia dalam m…