Hari ini, 27 Oktober 2015, diperingati hari blogger Nasional. Buat teman-teman blogger, selamat yah! Semakin jaya selalu dan tetap menulis blog. Kira-kira sudah berkontribusi apa saja dengan blog pribadimu??
Sebuah kabar kurang mengenakkan menghampiri kami belakangan ini. Meski mungkin bagi sebagian orang hal ini dianggap angin lalu, bagi kami yang berkecimpung di dunia konten, ini adalah realita pahit yang harus dijadikan motivasi untuk melangkah ke depan. Salah satu raksasa teknologi yang namanya begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia baru saja meluncurkan produk terbarunya. Dalam kemeriahan acara yang tampak megah tersebut, ada sesuatu yang kami rasakan hilang. Sebuah peran yang dulu menjadi pilar utama pemasaran untuk membantu kampanye promosi, kini tak lagi terdengar gaungnya. Beberapa wajah yang hadir memang tampak familiar, namun rupanya identitas yang mereka bawa bukan lagi sebagai blogger yang selama ini kami kenal. Fenomena ini semakin mempertegas pergeseran di lingkaran tech-reviewer tanah air. Jika dulu peluncuran produk baru identik dengan kumpulnya para pemilik blog, kini kursi-kursi itu telah diisi oleh wajah-wajah baru dari balik layar vertikal. Ya, kita sedang membi...
Buat yang baru bergabung dengan kompetisi Liga Blogger Indonesia, ada info tentang skor dan poin. Skor semacam gol yang ada dipertandingan sepakbola, sedangkan poin adalah
Dunia blogging dan konten kreator Jawa Tengah kembali diselimuti awan duka. Sosok yang kami kenal baik, seorang pemberi inspirasi dari kota tetangga, Kendal, telah berpulang. Bagi sebagian dari kita yang sudah lama berkecimpung di komunitas, nama Zain mungkin sudah sangat melekat dengan blog setianya, Siklimis.com . Rasanya baru kemarin kami menutup kalender tahun lalu dengan tumpukan harapan. Namun, tepat setahun yang lalu di bulan yang sama, kami juga menuliskan catatan duka tentang kehilangan seorang rekan blogger . Tak disangka, Januari tahun ini kembali membawa kabar serupa—sebuah kabar yang memaksa kami sejenak berhenti dari rutinitas di depan layar. Sahabat kami, Zain Kagawa , telah mendahului kita semua. Ada rasa dejavu yang menyesakkan, namun terselip keikhlasan untuk melepas seorang pencerita yang jejaknya telah mewarnai jagat digital kita. Evolusi Sang Pencerita Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat Zain melakukan lompatan yang cukup berani. Ia tak lagi sekadar berma...
Bentar, artikel ini terinspirasi dari bloggingpro.com . Isi kontennya sebagian besar berasal dari postingan yang diterbitkan di sana (bloggingpro). Kami membawanya sebagai referensi, khususnya bagi orang-orang yang akan memulai blog. Waktu kemarin ada waktu senggang untuk menjelajah aplikasi Feedly dan mendadak terhenti di artikel yang berjudul ' Blogger vs Medium: Which Is Better for Blogging ?' Kami pikir itu sangat menarik meski mungkin sudah banyak yang membahasnya. Sebagai pengguna platform blogger atau blogspot, tentu kami termotivasi. Ditambah, kami sedang tidak memiliki konten untuk diterbitkan di blog ini ligabloggerindonesia.blogspot.com bulan Juni ini. Perbandingan Blogger vs Medium Sangat panjang untuk dibawa ke blog kami ini apabila mengambil referensi secara lengkap dari bloggingpro. Jadi kami menyingkatnya saja untuk memberi tujuan utamanya langsung. Blogger sudah hadir sejak tahun 1999, lebih lama dari Medium yang hadir sejak tahun 2012. Keduanya tentu menawark...
Pernah mendengar istilah Evergreen ? Dalam dunia blogging , istilah ini ibarat kuliner Tahu Gimbal atau Lumpia di Semarang—tak kenal musim, selalu dicari, dan tetap relevan dinikmati kapan saja. Mari kami bedah lebih dalam. Secara harfiah, evergreen berarti "selalu hijau", layaknya pohon pinus yang tak rontok daunnya meski musim gugur menyapa. Dalam konteks konten, ini adalah jenis tulisan yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Kami pun baru-baru ini mendalami istilah ini secara serius. Jika bagi Anda ini hal lama, tentu akan mudah bagi kami untuk menuliskannya kembali. Namun jika baru mendengar seperti kami, halaman ini mungkin akan sangat berguna. Relevansi Jangka Panjang Berbeda dengan berita atau tren viral yang meledak hari ini lalu basi esok pagi, konten evergreen tetap memberikan nilai bagi pembaca meski mereka menemukannya dua atau tiga tahun dari sekarang. Contoh Non-Evergreen: "Jadwal Film di Paragon Mall Februari 2026." (Bulan depan sudah tidak relev...
Pernah mendengar nama Substack ? Kami sendiri awalnya hanya mendengar samar-samar. Sampai akhirnya, perhatian kami tertuju pada seorang kenalan di platform X yang membagikan tautan tulisan dari sana. Jujur saja, kami sempat mengira kenalan tersebut sudah berhenti menulis karena jarang terlihat di blog pribadinya. Ternyata kami keliru; semangat menulisnya belum padam, hanya saja ia telah menemukan "rumah baru" yang lebih tenang untuk berekspresi. Fenomena ini menarik untuk diulas. Dunia konten hari ini terasa semakin menyesakkan bagi kita yang masih setia dengan deretan kata. Di tengah gempuran video pendek yang menuntut durasi cepat dan visual yang bombastis, semangat blogging seringkali terasa "mati suri". Kita lelah mengejar algoritma media sosial yang berubah-ubah, atau pusing dengan standar SEO yang kian kompetitif dan teknis. Namun, di tengah kebisingan itu, Substack muncul sebagai sekutu baru. Ia hadir bukan untuk menggantikan blog kesayangan kita, melainkan u...
Jawab pertanyaan judul halaman ini nanti di kolom kotak komentar, namun setelah selesai membaca seluruh artikel di halaman ini tentunya. Apakah kamu baru saja terjun menjadi seorang bloger? Akhirnya datang juga artikel di bulan Maret. Apakah kamu menunggu halaman blog ini? Maafkan kami bila ini terasa lama. Lebih dari 2 jam ? Sebagai pemilik blog yang menjadikan pekerjaan utama, estimasi waktu yang kami gunakan untuk membuat satu artikel halaman blog adalah 2 jam. Namun, menurut survei dari situs orbitmedia.com yang merilis survei di tahun 2020, rata-rata posting blog membutuhkan waktu 3 jam 55 menit untuk menulis. Lebih panjang ternyata. Tapi harus digarisbawahi dulu, estimasi waktu yang kami katakan di atas adalah aktivitas keseluruhan. Bukan menulisnya. Karena sebenarnya menulis hanya butuh waktu kurang dari 1 jam buat kami. Itu karena karakteristik blog kami yang tidak panjang-panjang kalimatnya. Dan juga, semua bahan sudah didapatkan. Seperti foto, data, dan sebagainya. Jadi...
Wah, tulisannya singkat dan padat banged. Selamat hari blogger nasional 2015. Tetap semangad ngeblog ya Kaka... :-)
BalasHapusSelamat!!! :D
Hapus